HUKUM MEMAKAN TINTA (DAKWAT) SOTONG PERSPEKTIF MUFTI NEGERI TERENGGANU DAN MUFTI WILAYAH PERSEKUTUAN MALAYSIA
DOI:
https://doi.org/10.1234001/4mdz1p33Keywords:
Tinta Sotong, fatwa, Fiqh Muqaran, mufti terengganu, Mufti Wilayah PersekutuanAbstract
Penelitian ini membahas perbedaan fatwa antara Jabatan Mufti Negeri Terengganu dan Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia mengenai hukum memakan tinta (dakwat) sotong dengan pendekatan fiqh muqāran yang menitikberatkan pada metodologi ijtihad dalam penetapan fatwa. Kajian ini tidak menelaah aspek biologi atau kesehatan, tetapi menganalisis bagaimana kedua lembaga menggunakan sumber hukum Islam, yaitu Al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, serta pendapat fuqaha dalam menentukan status hukumnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis komparatif terhadap teks fatwa dan literatur fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jabatan Mufti Negeri Terengganu mengharamkan konsumsi tinta sotong karena dianggap najis dan termasuk bagian hewan yang keluar seperti darah saat penyembelihan, berdasarkan kaidah istishab al-najasah serta pandangan sebagian ulama klasik mazhab Syafi‘i. Sebaliknya, Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan membolehkan konsumsi tinta sotong karena dipandang sebagai bagian yang suci dan tidak tergolong najis, berlandaskan kaidah al-ashlu fi al-asyya’ al-thaharah, pendapat Imam al-Nawawi, serta keputusan Majma’ al-Fiqh al-Islami. Perbedaan ini lahir dari variasi ijtihad dalam memahami dalil dan konteks ilmiah kontemporer, bukan pertentangan prinsip, sehingga dapat dipahami sebagai khilaf fikih yang sah dalam kerangka istinbath hukum Islam.
References
Abdullah bin Umar bin Abu Bakar bin Yahya al-Hadhrami, di dalam kitab Al-Asybah wa al-Nazair.
Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, Kitab al-Taharah, hadis no. 83; al-Tirmizi, Sunan al-Tirmizi, hadis no. 69.
Ahmad Khatib al-Minangkabawi, al-Thaharah al-Kubra.
Al-Nawawi, al-Majmu‘ Syarh al-Muhazzab, Jilid 2 (Beirut: Dar al-Fikr, t.t.), hlm. 576.
Al-Suyuti, al-Asybah wa al-Nazā’ir, Beirut: Dār al-Kutub al-Ilmiyyah, 1990, hlm. 60; Ibn Nujaym, al-Asybah wa al-Nazā’ir, Kairo: Dār al-Kutub, 1968, hlm. 87.
Al-Syatibi, al-Muwafaqat fi Usul al-Syari‘ah, Jilid 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1996), hlm. 11.
Al-Syirazi, al-Muhadhdhab fi Fiqh al-Imām al-Syāfi’i, Beirut: Dār al-Fikr, jil. 1, hlm. 33.
Departmen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Bandung: CV Media Fitrah Rabbani,2008), hlm. 5.
Departmen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, (Surabaya: Fajar Mulya,2009) hal. 121
Diah Himpuno, Membuat Masakan dan Kue Dari Bahan Halal, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2017) hlm. 6
Hadis riwayat Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, Kitab al-Taharah, hadis no. 83; al-Tirmizi, Sunan al-Tirmizi, hadis no. 69.
Himmatul Aliyah, Urgensi Makanan Bergizi Menurut Al-Quran Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak, (Jurnal Ilmu Qur‟an dan Tafsir vol. 10 No.2 tahun 2016) hlm. 214
http://e-smaf.islam.gov.my/e-smaf/index.php/main/mainv1/fatwa/pr/11604
http://e-smaf.islam.gov.my/e-smaf/index.php/main/mainv1/fatwa/pr/11604
https://zulkiflialbakri.com/dakwat-pasi-sotong/
Ibn ‘Ābidīn, Radd al-Muhtār ‘ala al-Durr al-Mukhtār, (Beirut: Dār al-Fikr, 2000), Jilid 6, hlm. 306.
Ibn Ashur, Maqasid al-Syari‘ah al-Islamiyyah, (Tunisia: Dar al-Salam, 1999), hlm. 231.
Idris Awang, Penyelidikan Ilmiah Amalan dalam Pengkajian Islam, (Selangor: Kamil & Syakir Sdn. Bhd, 2009), hlm 94.
Imam al-Nawawi, al-Majmū’ Sharh al-Muhadhdhab, Beirut: Dār al-Fikr, 1997, jil. 9, hlm. 29.
Jabatan Mufti Negeri Terengganu, Hukum Memakan Dakwat Sotong, Portal Rasmi Mufti Terengganu, 2020.
Jabatan Mufti Negeri Terengganu, Koleksi Fatwa Negeri Terengganu, Terengganu: Pejabat Mufti Negeri, 2019, hlm. 114.
Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan, Irsyad al-Fatwa Siri ke-472: Hukum Memakan Dakwat Sotong, Putrajaya: Pejabat Mufti Wilayah, 2020.
Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan, Irsyad al-Fatwa Siri ke-486: Hukum Memakan Dakwat Sotong, 2021.
Juhaya S. Praja, Metodologi Penelitian Hukum Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2011), h. 88–90.
M. N. Khan et al., “Nutritional and Functional Properties of Squid Ink,” Journal of Marine Biology, Vol. 45, No. 3 (2018): 221–230.
Muhammad Nawawi al-Bantani, Nihayat al-Zain fi Irshad al-Mubtadi’in, bab Taharah.
Prof. Madya Dato’ Dr Haji Mohamad Sabri bin Haron, Mufti Negeri Terengganu, Wawancara, Jabatan Mufti Nelgelri Terengganu, 25 mei 2025
Ustaz Sabri bin Mat Yasim, Penolong Hal Ehwal Islam Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan, Wawancara, Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan, 9 september 2025
Wahbah al-Zuhaili, Usul al-Fiqh al-Islami, (Damaskus: Dar al-Fikr, 1986), hlm. 812.
Wahbah al-Zuhayli, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Damsyik: Dar al-Fikr, 1985, jil. 4, hlm. 2733.
Wahbah al-Zuhayli, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, jil. 4, hlm. 2734.
Yusuf al-Qaradawi, al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Beirut: al-Risalah al-‘Alamiyyah, 2006, hlm. 58.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 nuriman iman, Abdi Almakstur, Zulfahmi Bustami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
