HUBUNGAN SELF COMPASSION DAN LONELINESS PADA REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL DI KECAMATAN PULAU PUNJUNG DHARMASRAYA
Keywords:
Kesepian, Remaja, Self-CompassionAbstract
Peristiwa meninggalnya orang tua merupakan pengalaman bagi remaja, karena menimbulkan kedukaan yang mendalam dan situasi keluarga yang tidak lagi utuh. Kondisi remaja yang memiliki orang tua tunggal mengalamiperubahan yang signifikan dalam hidup. Remaja yang memiliki orang tua tunggal akan merasakan sebuahketidakutuhan dalam suatu keluarga yang dirasakan kurangnya kasih sayang, perhatian dan pengasuhan penuh yang didapatkan. Remaja yang mampu mengasihi diri tetap memiliki kondisi psikis yang baik ketika mengalamiloneliness. Ketenangan dan kesabaran dalam berpikir serta bertindak merupakan manifestasi dari self compassion. Individu dengan self kindness dapat menghadapi permasalahan yang dialami ataupun menghadapi situasi yang tidak membuat nyaman tanpa menyalahkan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self compassion dan loneliness pada remaja yang memiliki orang tua tunggal di Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah138 orang remaja. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala loneliness dengan reliabilitas 0,810 dan skala self compassion dengan reliabilitas 0,931. Berdasarkan hasil analisis korelasi pearson product moment diperoleh nilai koefisien korelasi r sebesar -0,358 dengan taraf probabilitas signifikansi p = 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan secara negatif antara self compassion dengan loneliness pada remaja yang memiliki orang tua tunggal di Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya.